Lagi, Pulau Jemur di Klaim Malaysia

Liputan6.com, Pekanbaru: Persoalan tari pendet yang masuk dalam promo pariwisata Malaysia serta Negaraku, lagu kebangsaan Malaysia, yang diduga disadur dari lagu Terang Bulan belum usai diperdebatkan. Tetapi, kini persoalan baru kembali muncul. Malaysia memasukkan Pulau Jemur ke dalam salah satu tujuan wisata negaranya. Promo itu dimuat di situs traveljournals.net.

Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang menghadiri perayaan hari kemerdekaan Malaysia yang diadakan Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Selasa (1/9), tak dapat berkomentar banyak atas kasus ini. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Sementara itu, masyarakat Riau menanggapi serius promosi tersebut.

Pulau Jemur yang terletak di perbatasan Malaysia berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau atau kira-kira 72 kilometer dari Bagan Siapi-api. Selain banyak terdapat penyu hijau, pulau ini juga mempunyai pemandangan laut yang indah, kaya dengan berbagai ragam ikan, serta terumbu karang. Pulau ini juga memiliki latar belakang sejarah saat berlangsungnya Perang Dunia II.

Sebelumnya, Malaysia telah mencaplok Pulau Sipadan dan Ligitan, dua pulau di sebelah timur Kalimantan pada 2002 silam melalui pengadilan Mahkamah Internasional [baca: Malaysia Memenangkan Sengketa Sipadan dan Ligitan]

Hubungan Indonesia-Malaysia berkali-kali mengalami pasang surut. Tak hanya menyangkut masalah TKI, tapi juga soal pencurian seni budaya dan, juga pelanggaran wilayah perbatasan. Mei 2009 lalu, kapal perang Malaysia mencoba memasuki Indonesia di wilayah perairan Ambalat, Kalimantan Timur. Awak kapal perang Malaysia tak merasa melewati batas wilayah Indonesia. Meski demikian, kapal perang Malaysia itu berhasil diusir. Pemerintah Indonesia lantas menegaskan akan tetap mempertahankan Pulau Ambalat sebagai wilayah kedaulatan Indonesia. Bahkan Komisi Pertahanan dan Keamanan DPR beraksi dengan mengirimkan tim khusus ke Malaysia untuk menyatakan sikap protes ke negeri jiran tersebut.

0 Komentar Anda:

Posting Komentar